A MUST WATCH. words can’t describe how i love this movie. an absolute eye candy with a strong message which hopefully can create a strong impact. fall in love with the world. again.
A MUST WATCH. words can’t describe how i love this movie. an absolute eye candy with a strong message which hopefully can create a strong impact. fall in love with the world. again.
mau jadi apa kalian? wahaha. terjemahan literalnya mungkin begitu tapi jangan diartikan gitu. hmm.. jadi topik yang mau diangkat di postingan ini adalah gambaran masa depan. berhubung sekarang saya sedang menjalani (mudah-mudahan, harusnya) tahun terakhir kuliah dan mulai merasakan yang namanya TA (Tugas Akhir) maka mau tidak mau pertanyaan tersebut terus berkecamuk dalam pikiran.
kalo diliat dari jurusan yang saya ambil maka harusnya saya berakhir sebagai programmer or anything IT-related. but nooo i don’t want to be that. that’s just so not me. programming skill saya juga ga bagus2 amat, kalo ga mau dibilang buruk.
terus? mau jadi apa? orangtua saya sih pengennya saya kerja di mana kek gitu, kerja kantoran, yang menghasilkan pemasukan teratur tiap bulan serta memberikan tunjangan-tunjangan bagi karyawan. mereka ngasih saran itu karena mereka udah tau gimana rasanya jadi pekerja kantoran itu (mama kerja di BALAIPOM, pegawai negeri, dan jadi apoteker untuk sebuah apotek sementara ayah kerja di Bank Indonesia). nah kalo ini, saya ga terlalu excited membayangkan saya akan kerja dari jam 7 pagi sampe jam 5 sore, rutin dari senin sampe jumat. abis selesai kerja udah capek, males ngapa2in, tinggal makan istirahat tidur aja. terus sabtu minggu, biarpun libur juga, bakal males keluar, mending istirahat di rumah. how boring (for me).
lalu? mau jadi apa? err.. ga tau ya. yang jelas bidang yang jadi minat saya tuh yang berhubungan sama art & photography. dulu pas sd cita2 mau jadi pelukis ato arsitek. terus ganti lagi jadi komikus ato mangaka. terus ganti lagi jadi dokter. terus entah ganti jadi apa lagi. sekarang sih lagi tertarik sama fotografi, apalagi abis ikut workshop tentang lighting minggu kemaren. si pembicara bilang, lahan bisnis fotografi itu masih besar banget di indonesia, terutama untuk periklanan ato advertising. 45% masih dikuasai sama fotografer luar negeri sementara sisa 55% diambil oleh 30 fotografer dari dalam negeri. masih sangat besar kesempatan terbuka. tapi jadi fotografer juga kan ga gampang, ga asal main jepret trus dapet uang. pertama, skill tentunya harus ada. kedua, peralatan dan perlengkapan juga harus memadai, dan itu jelas ga murah. ketiga, dengan punya skill dan perlatan lengkap juga ga menjamin bakal sukses jadi fotografer kondang. harus punya attitude kalo nggak ya sama aja.
kalo dibikin resume kelebihan kekurangan tentang beberapa opsi pilihan "akan jadi apa saya", kira-kira seperti ini:
berdasarkan penjabaran di atas, kalo diliat dari kelebihan kekurangan doang, pilihan dengan mudah jatuh pada kerja kantoran (+ 4 - 2) tapi kalo diliat dari minat terhadap bidang kerja ya jelas pilihan jatuh pada fotografer, walaupun kekurangan lebih banyak dari kelebihan (+ 4 - 7). saya tentunya maunya mengerjakan apa yang saya sukai tapi saya perlu realistis juga ga sih. kalo mau cari aman sih ya jelas kerja kantoran aja, teratur. cuma.. kalo saya dari awal udah ga pengen di situ ya gimana..
bingung.
what about you?
err.. saya baru menyadari betapa suara saya emang ky cewe. -_- ga salah juga sih mbak2 pizza hut atau penjaga telepon delivery food lain memanggil dengan "bu" (walaupun ada juga yang langsung manggil "pak"). somehow saya jadi mengerti arti dari frase "bagusan ga ngomong daripada ngomong". dulu mikirnya "err.. apa hubungannya, itu kan audio dan visual, ga nyambung" sekarang mulai bisa mengerti dan "ah iya bener juga". that being said, kalo suddenly saya jarang berbicara you know the reason.
(*drama mode on*)
no one is perfect so stop using it as an excuse. it doesn’t work and it never will.
hmm.. dulu saya sempet berencana untuk mengisi blog saya ini secara rutin (dan bilingual, believe it or not) tapi… seperti umumnya rencana-rencana yang saya buat, cuma sampe rencana aja. bisa dilihat dari frekuensi kemunculan postingan baru dari saya. jarang banget deh.
saya sih inginnya membuat blog ini ky diari aja, yang bedanya dengan diari biasa adalah diari ini bisa dibaca orang. saya mau cerita banyak hal. apa yang saya liat. apa yang saya dengar. apa yang saya rasakan. apa aja. baik yang biasa. yang istimewa. yang rahasia. semua. ga peduli apakah akan ada yang baca ato nggak, ada yang komentar ato nggak. saya cuma mau cerita. gitu.
tapii… i’m not sure how to put this but.. susah aja kayanya buat saya untuk membagi itu semua. entah karena saya malas nulisnya. entah karena saya merasa perlu momen yang tepat untuk menuliskannya. entah karena sebetulnya saya ga ingin orang tahu lebih banyak tentang saya. kontradiktif memang tapi ya begitulah saya. aneh.
saya udah memulai sebuah project yang berkaitan dengan fotografi beberapa waktu lalu. saya akan mengambil setidaknya satu foto setipa hari untuk merekam suatu momen dalam hari itu. ga harus momen yang istimewa. apa saja asalkan saya bisa merekam hari itu dalam foto saya.
nah, hal yang sama (inginnya) saya terapkan juga dalam mengisi blog saya ini. satu cerita untuk satu hari. apa saja asalkan saya bisa merekam hari itu dalam tulisan saya. apa saya bisa? semoga.