lets talk about..July 22, 2007 3:00 pm

*english only. 

have you ever lost someone? by lost here, i don’t mean the kind of lost when that person die but rather to when that person ‘left’. many of you might have said yes though some might get lucky enough by saying no. as for me, yes i’ve lost people. not one. not once. sad? i did. who wouldn’t? but i always tried to say to myself that when the time comes they’ll be back. everything’s not gonna be the same, but it wll get better. because i have learn something that i didn’t know before and they have learn something the didn’t know before.

the lost shouldn’t last forever. when time finished healing the wound and gave enough time to gather its broken pieces everything will come altogether. that’s what’s happening now. and i’m glad of that.

quoting a poem, my most favorite poem, the art of losing isn’t hard to master. but when you master it (just like i did) make sure you also master the song of hoping. it helps. a lot. :)

The art of losing isn’t hard to master;
so many things seem filled with the intent
to be lost that their loss is no disaster.

Lose something every day. Accept the fluster
of lost door keys, the hour badly spent.
The art of losing isn’t hard to master.

Then practice losing farther, losing faster:
places, and names, and where it was you meant
to travel. None of these will bring disaster.

I lost my mother’s watch. And look! my last, or
next-to-last, of three loved houses went.
The art of losing isn’t hard to master.

I lost two cities, lovely ones. And, vaster,
some realms I owned, two rivers, a continent.
I miss them, but it wasn’t a disaster.

–Even losing you (the joking voice, a gesture
I love) I shan’t have lied.  It’s evident
the art of losing’s not too hard to master
though it may look like (Write it!) like disaster.

discover the beauty of.. 4:45 am

i’ve finished reading the book!!
the best of harry potter series, my most favorite.

everything comes altogether. i’m so glad i decided to read the sixth book first as it gave me a fresh memory of what has happened which eventually lead to a bigger picture i don’t realize until i saw the whole pieces connected. i got certain suspicion and thoughts and thrilled when i actually found that my suspicions and thoughts are right or completely wrong. and once again i couldn’t put the book once i’ve started reading it. scary.

anyway i love it!! kinda reminds me of rpg game, which makes me love it even more. i could say the magics and wonders of harry potter are back. packed with intricately woven story and puzzles and enriched with the beauty of magic, duel, love, and friendship definitely gave this place the first place in my all time favorite book.
definitely a big finale. worth the price, worth the trouble, worth the hunger and teary eyes. :D

a must read. i’ve decided not to put anything spoilerish here. don’t want angry people flame me for doing the unforgivable curse now, do we? :D
discover the beauty by yourself. you’re gonna like love it.

i imagined the movie would be bewitching.

i feel..July 21, 2007 10:27 am

is there really no way to like what one hate dislike?
an old story it is, but i still haven’t figure out the solution yet.
most of the answers i got from giving the same question before lead to ‘just do it first’, but still that doesn’t change the fact that i hate dislike it but i just have to do it. and that’s torturing me. and no, i don’t have any other options.

f*ck.

apakah memang tidak ada cara untuk dapat menyukai apa yang dibenci tidak disukai?
cerita lama emang, tapi ga dapet-dapet solusinya.
sebagian besar jawaban yang pernah saya terima dari pengajuan pertanyaan yang sama sebelumnya mengarah ke ‘jalanin dulu aja’, tapi tetep aja itu tidak mengubah fakta bahwa saya membencinya tidak menyukainya namun saya tetap harus melakukannya. dan itu menyiksa. dan saya tidak punya pilihan lain.

f*ck.

lets talk about..July 17, 2007 12:28 pm

non-bilingual, sorry. :D
*lumayan panjang. read at your own risk. hehe. 

setiap orang pada awalnya akan memberikan sebuah nama panggilan (nickname) untuk digunakan orang jika mereka akan memanggil dirinya. namun dalam perjalanannya nama panggilan tersebut akan mengalami deformasi serta memperoleh beberapa derivasi yang baik disukai maupun tidak disukai, disengaja maupun tidak disengaja, akan tetap terjadi. kasus ekstremnya, yang juga seringkali terjadi, adalah nama panggilan tersebut benar-benar baru, tidak ada sangkut pautnya dengan nama panggilan yang anda berikan sebelumnya. kenapa? karena pada dasarnya manusia itu kreatif, cerdik, dan suka seenaknya sendiri. ckckck. emoticon

tentu saja hal tersebut juga terjadi pada saya. pada beberapa fase saya cukup beruntung dengan tetap dipanggil dengan nama panggilan yang saya berikan. tapi sepandai-pandainya tupai meloncat tentu akan jatuh juga.. (rada ga nyambung tapi nyambung-nyambung juga sih.)

SD

dimulai dengan ‘rachmat’, karena itu nama depan saya. terus bertahan hingga kelas 4. kelas 5 berubah menjadi ‘lianda’ karena ada temen sekelas yg namanya rachmat juga (tentu saja itu berarti nama saya rachmat lianda. duh.) dan terus seperti itu hingga saya lulus SD.

SMP

membawa nama panggilan sebelumnya, jadi saya memperkenalkan diri dengan "nama saya rachmat lianda, panggilan lianda". berhubung tuh nama rada ga biasa (beberapa bilang ky nama cewek, that’s not my fault) jadi mulai deh pada motong-motong sesuka hati. ‘li’ (pengucapannya bisa ky ‘lee’ ato ada sedikit penekanan ‘k’ di huruf ‘i’-nya. mudah-mudahan ngerti maksudnya apa.) sm ‘nda’ yang paling sering muncul tapi entah kenapa muncul juga ‘lin’ dan ‘lili’. ga ngerti deh tuh nama muncul dari mana karena saya yakin nama saya bukan linda, lili, lilinda, dan sejenisnya. emoticon

ada lagi ternyata, saya kelupaan! pas smp itu saya tiap hari bawa bekal dari rumah dan sering banget lauk yg dibawa tuh rendang dan gara-gara itu jadi dapet nickname ‘bundo’, yang diambil dari nama salah satu restoran padang. wew. trus adiknya si oknum yg dengan semena-mena memberi nama itu bikin nickname sendiri jg, ‘MB’, yang merupakan singkatan dari mas bundo. sampe skrg akhirnya dia manggil saya dengan nama itu terus. ya sudahlah pasrah saja. :D

tak terasa tau-tau saya udah lulus SMP dan masuk ke..

SMA 

saya membuat satu kesalahan besar dalam hidup saya di sini, saya memutuskan untuk kembali pada ‘rachmat’ and thus saya memperkenalkan diri dengan "nama saya rachmat lianda, nama panggilan rachmat." awalnya sih pada ikut aturan namun seiring berjalannya waktu tentu saja nama tersebut mengalami perubahan. dimulai dengan pemotongan menjadi ‘mat’ dan entah kenapa mendapat imbuhan ma- di awal dan lahirlah ‘mamat’. tidaaaaakk nama saya bukan mamat dan saya bukan orang sunda atau jawa!! emoticon tentu saja protes yang saya lontarkan tidak dihiraukan karena minoritas kalah pada mayoritas. dan manusia pada dasarnya emang suka seenaknya sendiri. tidak berhenti sampai di situ saja saudara-saudara. anda ingat wabah -ski yang dulu sempat melanda? nama saya pun tidak luput dari incarannya, maka mamat pun kemudian berubah menjadi ‘matski’. ekskul bahasa jepang pun turut memberikan andil dalam penciptaan derivasi baru ‘mato’ dan ‘mat-chan’. dan lagi, saya memperoleh nama panggilan yang tidak ada sangkut pautnya dengan nama panggilan yang saya berikan: ‘cocan’, cowo cantik, yang diberikan oleh cewe-cewe yang merasa kalah cantik dengan saya (serius). emoticon ga tau harus marah ato ketawa tapi akhirnya saya milih ketawa aja lah. cantik itu dosa, mau gimana lagi dong. emoticon emoticon akhirnya masa-masa ‘indah’ ini pun berakhir dan saya masuk..

KULIAH 

saya sudah menyusun rencana untuk melenyapkan ‘mamat’ dengan mengganti nama panggilan menjadi ‘lianda’ kembali tapi saya gagal. sama seperti salah seorang teman yang berusaha mengganti ‘momon’ dengan ‘randy’. selidik punya selidik ternyata hal ini disebabkan oleh orang-orang yang berasal dari SMA yang sama dengan saya tidak bersedia bungkam dan tetap memanggil saya dengan ‘mamat’. huh. saya balas kalian nanti, lihat saja. di jenjang/fase ini pun daftar nama panggilan saya masih terus bertambah. oknum-oknum tertentu yang merasa kreativitasnya tak tersalurkan mengganti ‘mamat’ dengan ‘machi’, ‘mamachi’, ‘match’, ‘machiko’, dan lainnya yang mungkin tidak saya ingat. well.. masih mending daripada ‘mamat’ sih jadi ya udahlah. emoticon terus ada juga yang seenak jidat ngasih nick ‘J’ dan derivasinya ‘jay’. DON’T ASK. don’t even think about it. untungnya udah ngilang klo nggak… emoticon

trus selain itusaya juga dapet nickname balasan karena seenaknya (saya juga manusia. wahaha.) memberi nickname bul kepada seseorang yg bulat dan dia dengan maksanya membalas memberi ‘bub’ kepada saya. dasar ga mau kalah.

karena ada yang namanya mata kuliah kerja praktek (KP), jadilah saya ambil KP di bank indonesia bandung. saya KP seorang diri di sana jadi ini merupakan kesempatan emas untuk melenyapkan ‘mamat’, setidaknya di sini. tadinya saya mau memperkenalkan diri dengan ‘lianda’ tapi ga jadi, pake ‘rachmat’ ajalah, saya pikir, dan sukses! orang-orang memanggil saya dengan ‘rachmat’!! terharu. emoticon namun tampaknya saya lengah meyadari bahwa ada yang namanya faktor x yang dapat mengakibatkan keberhasilan maupun kegagalan. dalam kasus saya mungkin kegagalan. ada seorang ibu yang memanggil saya dengan ‘dek PKL’ despite the fact that orang-orang manggil saya ‘rachmat’ dan itu dia denger berkali-kali!! DEK PKL!!! FOR GOD’S SAKE!! saya punya nama! huh. emoticon untungnya yang bersangkutan sering ga ada di kantor jadi saya ga sering-sering denger itu. denger-denger ibu tersebut memang tidak terlalu disukai, yang dibuktikan dengan terjadinya suatu konflik yang melibatkan ibu ini dengan salah satu pegawai lain (tentu aja saya mendukung sang pegawai lain) yang terjadi di depan mata saya. overall, dia berkepribadian kurang menyenangkan. dan berpenampilan kurang menyenangkan juga actually (blonde highlights + pink suit + boots + age 40s or 50s is not a really good combination). saya banyak membicarakan ibu ini dengan partner in crime saya, bu mandang, yang akan dibalas dengan ketidaksukaannya dan tambahan bumbu berupaceritanya mengenai fahri-nya yang dia temukan di musholla (baca postingan ini jika anda ga ngerti maksudnya apa) yang akhirnya membuat saya memberinya nickname ‘bu mandang’ yang dia balas dengan memberi saya ‘pak liandang’. (ada yang sudah bisa menebak nama si ibu? pastinya.)

okay, back to topic. jadi klo dirangkum, daftar nama panggilan saya kira-kira akan berupa seperti ini:

1. rachmat
2. lianda
3. li
4. nda
5. lin
6. lili
7. bundo
8. MB
9. mat
10. mamat
11. matski
12. mato
13. mat-chan
14. cocan
15. machi
16. mamachi
17. match
18. machiko
19. J
20. jay
21. bub 

‘dek PKL’ ga masuk list karena ga signifikan dan ga penting. i bury that.. thing in the deepest depth of the ocean and befall eternal curse on whoever dare to bring it back from foul stench realm of the netherworld. emoticon

last note, klo misalnya ada yang kemudian bertanya saya jadinya maunya dipanggilnya apaan (hitung banyaknya nya-nya. wahaha.) terserah, mau pilih yang udah ada di daftar yang disebutkan di atas (that explicitly means ‘dek PKL’ ga termasuk), bikin baru, silakan. asal masih dalam koridor dan norma yang berlaku dan ga aneh-aneh. (terserah tapi pake ‘asal’. ga terserah itu sih. haha.)

tapi ya.. yang namanya aturan kan cenderung dilanggar. jadi biar dibilang gt jg tetep aja bakal dilakuin. karena, seperti yang sudah saya sebut di atas, pada dasarnya manusia itu kreatif, cerdik, dan suka seenaknya sendiri. dan lagi peraturan ada kan untuk dilanggar.
don’t take it literally. or not. emoticon

lets talk about..July 16, 2007 3:22 pm

a tag from a friend of mine, bu mandang.
huh sangenahna wae maen nge-tag, untung udah pernah bikin. haha.

1. i don’t wear watches, necklaces, bracelets, rings, and any other accesories. i don’t feel comfortable with those things. the only accesory i wear is my glasses and sometimes i don’t even wear it eventhough my vision gets all blurry. emoticon

2. i put my cellphone in silent mode all the time. that’s why i often replied to text messages real late. and got numerous missed calls because i didn’t hear it, or feel it, as i then always put it in vibrate mode. and despite that i still don’t change the silent mode. i tried putting my favorite song whatsoever for ringtone but i still don’t like it. it’s disturbing (to me) and so silent mode it is. emoticon

3. i never bring wallet. i don’t use wallet actually. i put the money in my pocket and all cards and stuffs in my pencil case. so when i go somwhere i just bring the money i think i’ll be needing. it’s good for the saving thing but when it comes to unexpected urgent matter i often don’t have enough money to cover it. thankfully ATM solve the problem. as long as i don’t forget to bring the card, that is. emoticon

4. i use weird numbers for my alarm. instead of 06:00 i made it 06:03 and instead of 16:30 i made it 16:27. no specific reason actually, just my odd number fetish. emoticon

5. i rarely use pen. i use pencil all the time, whehter it’s for drawing, taking notes, or even doing exams. i only use pen when the exam clearly stated that i have to use pen otherwise i’ll still use pencil. emoticon

6. i almost always pee in the toilet. i avoid urinoir so much. i don’t have any logic reason why. i just avoid it. i only use it when i’m in a really emergency state. emoticon

weird isn’t it?
i’m weird.
duh.
which one do you think is the weirdest?

since this starts as a tag game, i should tag another six people to do so but i don’t feel like tagging anybody (not to mention the lack of victim since i think they’ll be doing this on their own) so i guess i’ll just tag everyone who want to be tagged. feel free to do this in your.. whatever.

till next time! 

dapet tag dari bu mandang.
huh sangenahna wae maen nge-tag, untung udah pernah bikin. haha.

1. saya ga suka pake jam tangan, kalung, gelang, cincin, dan aksesoris lainnya. saya ngrasa ga nyaman makenya. satu-satunya aksesori yang saya pake tuh kacamata dan itupun kadang suka ga dipake walaupun mengakibatkan penglihatan saya jadi rada burem dan ngeblur. emoticon

2. hp saya di-silent terus sepanjang waktu. makanya kadang klo bales sms suka telat. dan missed calls suka numpuk karena ga kdengeran (gimana mau kdengeran klo ga ada suaranya) dan ga krasa walaupun udah diset ke mode getar (eeww.. vibrate mode maksudnya). dan walaupun udah tau bakal gitu tetep aja ga diganti. udah nyoba pasang lagu yang disukai ato apa buat nada panggil (ringtone. duh terjemahan kadang suka ga pas deh.) tapi tetep aja ga suka. mengganggu. jadinya ya udah deh di-silent terus. emoticon

3. saya ga pernah bawa dompet. ga make dompet sebenernya. semua uang saya taro di katong dan semua kartu dan sejenisnya saya taro di tempat pensil, jadi klo pergi bawa uang secukupnya aja. bagus sih jadi ga boros tapi kadang begitu perlu suka ga ada uang. untung ada ATM. asal ga lupa bawa kartunya aja. emoticon

4. saya make angka yang tidak biasa buat nyetel alarm. klo misalnya perlu jam 06:00 saya bikin 06:03 dan klo misalnya perlu 16:30 saya bikin 16:27, bisa ‘penambahan’ bisa jg ‘pengurangan’. ga ada alasan tertentu sih sebenernya, cuma ketertarikan yang aneh terhadap angka. emoticon

5. saya jarang banget make pulpen/pena/bolpoin/apapun namanya. saya sebisa mungkin selalu pake pensil, entah itu buat nggambar, nulis, bahkan buat ujian. cuma make yang-telah-disebut-di-atas klo emang di petunjuk pengerjaan ujian disebutkan dengan jelas klo harus harus pake mereka-yang-namanya-telah-disebut. klo nggak ya tetep pake pensil. emoticon

6. saya hampir selalu buang air kecil di toilet. menghindari urinoir bgt. ga punya alasan logis kenapa gt. menghindari aja. cuma make klo kondisi udah bener-bener darurat. emoticon

aneh kan?
saya emang aneh.
duh.
yg paling aneh yang mana?

berhubung ini dimulai sebagai tag game (ga pake terjemahan, ga cocok. permainan.. tag tuh bahasa indonesia-nya apa sih?), saya seharusnya nge-tag 6 orang lainnya untuk melakukan hal yang sama tapi berhubung saya lagi ga mood buat nge-tag (dan ga tau siapa lagi yang perlu di-tag secara berhubung kynya udah pada pengen nulis sendiri) jadi saya rasa saya nge-tag siapapun yang mau di-tag. silakan melakukannya di.. manapun yang anda mau.

dadag!