<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: ..prostitution.</title>
	<link>http://arhcamt.blogsome.com/2007/06/20/prostitution/</link>
	<description>remember the forgotten</description>
	<pubDate>Sun, 27 Dec 2009 21:32:17 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>

	<item>
		<title>by: mandhut</title>
		<link>http://arhcamt.blogsome.com/2007/06/20/prostitution/#comment-23</link>
		<pubDate>Thu, 21 Jun 2007 12:41:34 +0100</pubDate>
		<guid>http://arhcamt.blogsome.com/2007/06/20/prostitution/#comment-23</guid>
					<description>weiii,,, anda mengangkat topik yang gue suka (remember? makalah kaderisasi gue membahas gang dolly. wakakakak)

berarti sebenernya masalahnya bukan 'pelacur' tapi 'apa' yang dilacurin, ya?

hemm,,, gue punya pendapat sendiri buat ini. 
kalo gue, gue gak setuju kalo pelacur dilegalkan.
gue ngomong ini bukan soal agama doang, tapi karena gue punya alasan kuat lainnya.
gimana kalo mereka tertular penyakit kelamin dan menular? gimana kalo mereka hamil di luar nikah  dan akhirnya merembet ke masalah lainnya? aborsi,  anak2 terlantar? gimana?
menurut gue, usulan legalisasi pelacur tuh cuma karena pemerintah udah capek aja ngurusinnya. dan solusi yang dihasilkan karena 'capek' bukanlah solusi namanya... mungkin juga karena pengen lebih menjual sisi 'pariwisata Indonesia'-nya, if u know what I mean,,, mungkin berkesan mempertimbangkan taraf hidup para pelacur, tapi saya sama sekali gak lihat itu, yang ada makin menjerumuskan dan justru mengambil manfaat dari itu, begitu yang gue lihat.

mungkin ada yang ngelakuin karena terlilit ekonomi, mungkin ada yang ngelakuin karena senang, cuma pingin uang tambahan. dikarenakan perbedaan motif itulah, kita gak bisa memukul rata bahwa semua pelacur juga butuh simpati. Yang terlilit ekonomi, boleh dapat simpati dan pengertian. tapi yang cuma pengen uang jajan lebih supaya bisa beli baju baru, apaan tuh? minta diketag banget.

hhehehehe. dikarenakan peliknya masalah ini-lah, gue memilih pelacur tetap ilegal. menurut gue, memang seharusnya begitu, even melelahkan karena mereka terus bermunculan, yah sudah seharusnya terus ditegur. Soal mereka mau denger apa gak, ato setelah itu mereka bakal kembali terjerumus pa gak. Itu mah urusan masing2 individu dan yang di Atas.

besides that, sebenernya kalau mereka memiliki ilmu pasrah dan ikhlas, mereka bisa cari pekerjaan lain yang halal, ya gak c? selalu ada jalan untuk hamba yang menginginkannya.

Gue malah lebih setuju, kalau yayasan2 terkait rehabilitasi wanita2 ini, diperbanyak. gue rasa itu lebih bisa mengurangi dan lebih masuk akal ketimbang pelacur dilegalkan.

bebas berpendapat! wahahaha.

duh panjang mat.

&lt;strong&gt;[kadang ga semua orang dikasih pilihan sih mand. klo rehabilitasi itu diperbanyak sy sih setuju juga, tapi ya itu tadi, rehabilitasi ini jangan memaksa para pelacur itu buat quit their job. kasih mereka kesempatan aja, biarkan mereka sendiri yang milih. bebas berpendapat memang! haha.]&lt;/strong&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>weiii,,, anda mengangkat topik yang gue suka (remember? makalah kaderisasi gue membahas gang dolly. wakakakak)</p>
	<p>berarti sebenernya masalahnya bukan &#8216;pelacur&#8217; tapi &#8216;apa&#8217; yang dilacurin, ya?</p>
	<p>hemm,,, gue punya pendapat sendiri buat ini.<br />
kalo gue, gue gak setuju kalo pelacur dilegalkan.<br />
gue ngomong ini bukan soal agama doang, tapi karena gue punya alasan kuat lainnya.<br />
gimana kalo mereka tertular penyakit kelamin dan menular? gimana kalo mereka hamil di luar nikah  dan akhirnya merembet ke masalah lainnya? aborsi,  anak2 terlantar? gimana?<br />
menurut gue, usulan legalisasi pelacur tuh cuma karena pemerintah udah capek aja ngurusinnya. dan solusi yang dihasilkan karena &#8216;capek&#8217; bukanlah solusi namanya&#8230; mungkin juga karena pengen lebih menjual sisi &#8216;pariwisata Indonesia&#8217;-nya, if u know what I mean,,, mungkin berkesan mempertimbangkan taraf hidup para pelacur, tapi saya sama sekali gak lihat itu, yang ada makin menjerumuskan dan justru mengambil manfaat dari itu, begitu yang gue lihat.</p>
	<p>mungkin ada yang ngelakuin karena terlilit ekonomi, mungkin ada yang ngelakuin karena senang, cuma pingin uang tambahan. dikarenakan perbedaan motif itulah, kita gak bisa memukul rata bahwa semua pelacur juga butuh simpati. Yang terlilit ekonomi, boleh dapat simpati dan pengertian. tapi yang cuma pengen uang jajan lebih supaya bisa beli baju baru, apaan tuh? minta diketag banget.</p>
	<p>hhehehehe. dikarenakan peliknya masalah ini-lah, gue memilih pelacur tetap ilegal. menurut gue, memang seharusnya begitu, even melelahkan karena mereka terus bermunculan, yah sudah seharusnya terus ditegur. Soal mereka mau denger apa gak, ato setelah itu mereka bakal kembali terjerumus pa gak. Itu mah urusan masing2 individu dan yang di Atas.</p>
	<p>besides that, sebenernya kalau mereka memiliki ilmu pasrah dan ikhlas, mereka bisa cari pekerjaan lain yang halal, ya gak c? selalu ada jalan untuk hamba yang menginginkannya.</p>
	<p>Gue malah lebih setuju, kalau yayasan2 terkait rehabilitasi wanita2 ini, diperbanyak. gue rasa itu lebih bisa mengurangi dan lebih masuk akal ketimbang pelacur dilegalkan.</p>
	<p>bebas berpendapat! wahahaha.</p>
	<p>duh panjang mat.</p>
	<p><strong>[kadang ga semua orang dikasih pilihan sih mand. klo rehabilitasi itu diperbanyak sy sih setuju juga, tapi ya itu tadi, rehabilitasi ini jangan memaksa para pelacur itu buat quit their job. kasih mereka kesempatan aja, biarkan mereka sendiri yang milih. bebas berpendapat memang! haha.]</strong>
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
</channel>
</rss>
