mari bicara tentang plagiarisme.

bicara tentang plagiarisme maka kita mau tak mau bicara tentang sinetron. kenapa? karena begitulah keadaannya saat ini. anyway, pada tau buku harian nayla? sebagian besar mungkin udah pada tau. itu salah satu contoh nyata plagiarisme yang dilakukan oleh salah satu production house sinetron indonesia terhadap dorama 1 litre of tears ini. knp sinetron ini jadi bahan perbincangan? karena plagiarismenya itu.

tuh sinetron berani2nya ngejiplak dorama tsb tanpa bilang pembuat aslinya.
lebih parah lagi, tanpa izin.
lebih parah lagi, tanpa menuliskan credit klo sinetron ini dijiplak.
lebih parah lagi, malah nulis "cerita ini hanya fiktif belaka, kesamaan nama tokoh yada yada blablabla tidak disengaja" or something like that.
wow. masih mending (walaupun masih tetap tidak bisa dibenarkan) klo ‘nyuri’ idenya trus diadaptasi ke bentuk lain or whatever, nah ini bener2 ngejiplak per scene. supaya ga dituduh ngejiplak they make some ’smart’ differences along with some ‘heartthrobbing’ lines. my my..

ya ampun emg bangsa indonesia semenyedihkan itu ya, smp harus nglakuin hal ky gt itu buat nyari untung? emg ga ada apa org indonesia yg bs bikin script bagus buat diadaptasi jadi film? saya yakin ada. hanya saja org2 yang lebih mementingkan profit dibanding kualitas terlalu malas untuk melakukan pencarian. emg ga ada org indonesia yg bnr2 bisa akting ga cuma jualan tampang? tentu saja saya yakin ada. tapi lagi2 org2 tersebut, yg lebih mementingkan profit dibanding kualitas,  terlalu malas melakukannya. masih banyak talent yang tersebar di indonesia ini menunggu untuk ditemukan dan muncul ke permukaan. sayangnya mereka terus ditenggelamkan, terus berada dalam bayang2.

citra sinetron indonesia tampaknya sudah benar2 hancur. kalau tidak di mata masyarakat setidaknya di mata saya. yang dijual hanya cerita kebaikan melawan kejahatan yg tidak masuk akal, dengan pihak baik yang begitu bodohnya sampai tidak melakukan pembalasan saat dianiaya dan pihak jahat yang begitu busuknya sampai tampak tidak masuk akal dan terlalu mengada-ada. not just that, masih ada bumbu makhluk halus nan iblis yang mendukung si jahat dan peri cantik yang baik hati untuk menyabarkan si baik. and to make it even worse, ditambahkan romantisme pinggir jalan yang bukannya mengundang isak tangis haru tapi malah decak heran dan gumaman kemuakan. sorry for being so sarcastic but that’s just how i see it.

yang dibutuhkan masyarakat bukan pembodohan. mereka sudah cukup kenyang dijejali mimpi. yang mereka butuhkan bukan drama murahan untuk membutakan mereka dari realita kehidupan. yang mereka butuhkan adalah inspirasi untuk membantu mereka berjalan tegak ke depan. sudah saatnya kalian, para pengejar keuntungan semata, membuka mata bahwa produk yang kalian hasilkan tak lebih dari sekedar setumpuk bungkus kacang goreng. yang kalian perlu buat adalah segudang buku cerita. dan seharusnya kalian bisa.

tak perlu bermimpi untuk bersaing dengan k-dorama or j-dorama or even telenovela. masih jauh sekali dari angan2. sebagai langkah awal cukup bebaskan sinetron indonesia dari plagiarisme. indonesia bukan kumpulan plagiator tanpa kreativitas. you know that and anybody else do too.

kalau mengubah opini publik tentang sinetron ini dirasa terlalu sulit bagaimana kalau..
ubah opini saya tentang sinetron. mengubah opini dua ratus juta orang dengan mengubah opini satu orang, seharusnya lebih mudah yang satu orang kan? seharusnya.
i got a really high standard of what i consider good.
take this a challenge.

can you?
i’m sure you can.
but will you?

 

"A half truth is a whole lie."